Tugas Kitabah III membuat Khiwar

 

Tugas Membuat Khiwar (Percakapan B.Arab) yangmana Mutakalim II Menjawab Pertanyaan dari Mutakalim I dengan menggunakan Ayat Al-Qur'an



حامد : السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.

أحمد : وَعَلَيْكُمْ السَّلامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

حامد : هل تحفظ الحروف في القرآن؟

Hamid: Apakah kamu hafal surat-surat yang ada di dalam al-Qur’an?

أحمد : إنا نحن نزلنا الذكر وإناله لحفظون (Al hijr ayat 9)

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.

            Dengan jawaban ayat tersebut menunjukan bahwa Ahmad menghafal Al Qur’an dan menjaga hafalanya mulai saat itu.

 

حامد : كيف حالك احمد؟ هل اكلت فعلا؟

Hamid: Gimana kabarmu mad? Apa kamu sudah makan?

 

أحمد : وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ (Al hud ayat 6)

Artinya: “Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”

            Dengan jawaban diatas menunjukan bahwa dia baik dan tidak khawatir kepada keadaan yang akan datang karena semua sudah di atur dan dijamin oleh Allah SWT.

 

حامد : دعنا نذهب إلى مكان التجمع كالمعتاد ، ونلعب معًا ، ونشرب القهوة وغيرها

Hamid: Ayok kita pergi ke tempat kumpul seperti biasanya, main game bareng,ngopi dan lain-lain

 

 أحمد : قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ

3)QS. Yusuf ayat 3(

Artinya: “Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.”

            Ayat ini memberi isyarat bahwa pemuda yang diharapkan Al-Qur’an adalah pemuda yang berani menolak kebatilan dan kemskaiatan, sebagaimana ketika Nabi Musa diajak berbuat tidak senonoh oleh perempuan-perempuan.

 

حامد : اذا ماذا تفعل الان؟ لنسترخي كالعادة ...

Hamid: Tumben, lalu sekarang apa yakamu lakukan? Ayolah santai aja seperti biasa...

 

أحمد : وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِفَتٰىهُ لَآ اَبْرَحُ حَتّٰٓى اَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ اَوْ اَمْضِيَ حُقُبًا )QS. Al-Kahfi ayat 60(

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.”

            Ayat ini masih terkait dengan ayat di atas, bahwa pemuda adalah mereka yang memiliki semangat tinggi. Ia tidak akan pernah menyerah dalam mengarungi jalan masa depan. Sebelum keinginannya tercapai ia tidak akan pernah berhenti.

 

حامد : إنه لأمر مؤسف إذا لم يذهب الآخرون إلى هناك ، فعادة نلعب معًا أيضًا ...

Hamid: Kasihan yang lain kalau nggak ke sana, biasanya kita main bareng juga...

 

 أحمد : قَالُوْا سَمِعْنَا فَتًى يَّذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهٓ اِبْرٰهِيْمُ ۗ )Q.S. al-Anbiya’ ayat 60(

Artinya: “Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.”

            Ayat Al-Qur’an ini memberikan isyarat bahwa pemuda seharusnya menjadi seseorang yang pemberani dalam menumpas kebatilan dan menegakkan kebenaran. Sebagaimana Ibrahim muda berani menumpas berhala dan menunjukkan masyarakat kepada kebenaran Tuhan.

 

حامد : في الواقع ، لدي أيضًا واجبات مدرسية لم أنجزها بعد. إنه ليس جيدًا إذا لم ألتقي مع الآخرين أولاً ، عادةً ما نجتمع معًا للعب الألعاب معًا والحصول على مكافآت من ألف (Alif) أيضًا ... لقد كان ممتعًا إنه لذيذ ...

Hamid: “Sebenernya gua juga ada tugas sekolah yang belum dikerjain, Cuma kok nggak enak kalo nggak ikut kumpul dulu sama yang lain, biasanyakan kita sering kumpul buat main game bareng dan dapet traktiran juga dari alif... udah asik,ebak lagi....”

 

 أحمد : نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ )QS. Al-Kahfi ayat 13(

Artinya: “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”

            Ayat Al-Qur’an ini memberikan isyarat akan karakter pemuda dalam Al-Qur’an, yaitu mereka yang memiliki keimanan yang kokoh. Pemuda bukan mereka yang imannya cepat goyah karena iming-iming duniawi.

 

حامد  : لا بأس إذا ذهبت إلى هناك ، دعني أذهب وحدي ....

Hamid: Yasudah kalo kamui kesana, biar aku pergi sendiri saja....




    Tulisan ini saya buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kitabah III, jika ada yang kurang pas ataupun terdapat salah penulisan (typo) saya selaku penulis memohon maaf dan sangat menerima saran, masukan dan kritikan yang dapat membangun. 

Atas Perhatiannya Terima Kasih....!!